Berawal dari forum diskusi yang senantiasa diadakan disela-sela usai latihan di tiap-tiap KOLAT (Kelompok Latihan) yang berada di bawah naungan Perguruan Pencak Silat BEKSI. Beberapa pengurus serta anggota Perguruan Pencak Silat BEKSI yang senantiasa bergulat di kesekertariatan Perguruan Pencak Silat BEKSI, membuat semacam forum diskusi dengar pendapat, yang tujuan utamanya adalah saling bertukar informasi dan solusi demi memajukan Perguruan Pencak Silat BEKSI sebagai salah satu wacana dalam upaya pelestarian kebudaan dan kesenian betawi yang pada dekade terakhir ini gaung dan cahayanya mulai meredup. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh lajunya arus globalisasi dan era informasi di kalangan generasi muda, yang notabenenya lebih condong untuk terjun dan menekuni kebudayaan yang datangnya dari luar negeri. Konon penafsiran itulah yang membuat generasi muda zaman sekarang merasa bahwa mempelajari kebudayaan dan kesenian tradisional dinilai sebelah mata atau mungkin juga mereka berpendapat hal tersebut terbilang kuno menurut pandangan mereka.
Berawal dari paparan pemikiran dan pola pikir masyarakat khususnya generasi muda yang hidup disekitar Perguruan Pencak Silat BEKSI itulah yang menjadi semangat kami mencoba menjadikan hal tersebut sebagai tantangan khusus sekaligus sebagai cambuk bagi kami untuk terus berupaya dan berbenah diri agar mampu berkiprah secara lebih nyata dalam upaya mengembangkan dan mengenalkan sekaligus melestarikan juga menumbuh kembangkan kecintaan para generasi muda yang ada akan pentingnya melestarikan dan memelihara kesenian dan kebudayaan sebagai warisan bangsa yang tak ternilai harganya. Yang diharapkan nantinya dapat sekaligus merubah cara berfikir mereka mengenai kebudayaan dan kesenian tradisional yang selama ini sudah mulai ditinggalkan dan dijadikan barang langka di negaranya sendiri.
Terus terang pada awal mulanya, upaya itu bukan hanya mendapat dukungan saja, tapi juga mendapat kritikan serta tentangan dari beberapa pihak yang menilai bahwasanya, modernisasi yang kami upayakan dalam bentuk perubahan mindsett dan cara berfikir para anggota Perguruan Pencak Silat BEKSI sekaligus masyarakat sekitar yang juga telah lama mengenal kami, dianggap hal yang aneh dan tidak mungkin. Hal tersebut berhubung, mereka menganggap “BEKSI adalah BEKSI jangan dirubah dan jangan pula ditambah!”. Tentu saja hal ini terkesan miris dan sangat tidak relevan mengingat kondisi zaman yang telah jauh berubah dan arus informasi kian mendominasi di semua sendi kehidupan seni dan budaya juga negara. Namun lagi-lagi hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk terus berbuat, berkarya dan berupaya memberikan pemahaman sekaligus penjelasan yang logis bahwasanya, niat luhur kami adalah tidak lain adalah upaya melestarikan dan menumbuhkembangkan seni budaya ilmu bela diri BEKSI sebagai bagian dari seni budaya bangsa yang patut untuk dipelihara dan dijaga sebagai amanat suci yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi ladang beramal dan sekaligus menjadi kebanggaan bangsa dan negara.
Persiapan demi persiapan pun dilaksanakan, dari mulai pertemuan-pertemuan intensif yang senantiasa diselenggarakan lebih intent dari sebelumnya yang bertempat di beberapa lokasi di sekertariat maupun di KOLAT (Kelompok Latihan) ataupun di beberapa rumah pengurus serta anggota Perguruan Pencak Silat BEKSI. Pertemuan demi pertemuan diantaranya membahas formula, design, kemasan serta membedah wacana berfikir dengan ide-ide brillian yang dapat membangun demi kelangsungan dalam upaya berbenah diri demi memajukan Perguruan Pencak Silat BEKSI. Tak jarang pertemuan demi pertemuan yang intent memang diadakan hingga larut malam dan dalam waktu yang berdekatan, hal tersebut dimaksudkan untuk dapat mempercepat terwujudnya keinginan kami bersama untuk sama-sama memajukan BEKSI lebih dari pada masa-masa sebelumnya.
Diantara beberapa elemen yang tercetus dari beberapa kali pertemuan dan pertemuan yang diadakan dalam bentuk forum diskusi diantara para anggota, pelatih, pengurus serta simpatisan dan elemen masyarakat dari keluarga besar Perguruan Pencak Silat BEKSI, ada beberapa point yang penting yang kami usung sebagai gerakan pembenahan diri dalam upaya memajukan Perguruan Pencak Silat BEKSI. Point-point penting tersebut diantaranya adalah:
• Membenahi keorganisasian yang ada dan meneruskan apa yang pernah ada di zaman Guru Besar kami Alm H. Hasbullah
• Mengurus legalitas Perguruan Pencak Silat BEKSI menjadi lembaga perguruan ilmu bela diri yang berbadan hukum.
• Memodernisasi atribut dan perlengkapan yang digunakan para anggota Perguruan Pencak Silat BEKSI
• Menyiapkan sekertariat Perguruan Pencak Silat BEKSI guna menunjang sarana dan prasarana belajar dan mengajar
• Membuat methode sistem pembelajaran dan pengajaran yang berbasis pendidikan guna memudahkan para pelatih dan peserta didik dalam belajar dan mempelajari ilmu bela diri BEKSI
• Membuat packaging paket-paket kebudayaan dan kesenian yang berunsur budaya tradisional betawi
• Meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik dalam segi keilmuan dan pemantapan ilmu bela diri yang mereka miliki
• Mengexplorasi gerakan demi gerakan untuk dapat memudahkan peserta didik dalam mengenal dan menguasai arti serta makna yang terkandung dalam ilmu seni bela diri BEKSI
Inti dan point penting yang harus diingat, dicatat dan diperhatikan adalah:
• BEKSI merah adalah bentuk dari sebutan masyarakat yang mengenal sebelumnya dengan nama PERGURUAN PENCAK SILAT BEKSI
• BEKSI merah adalah organisasi yang ada yang berdiri dan disaksikan langsung oleh guru besar Alm H. Hasbullah
• BEKSI merah TIDAK Pernah merubah LOGO maupun LAMBANG dari Perguruan Pencak Silat BEKSI sesuai yang ada ketika Alm. H. Hasbullah
• BEKSI merah sesuai namanya adalah Organisasi yang tumbuh dan berkembang di mulai dari zaman guru Besar Alm. Hasbullah
• EEKSI merah lahir atas kesepakatan dan persetujuan langsung serta amanat dari guru Besar Alm. H. Hasbullah
• BEKSI merah adalah satu-satunya Organisasi yang ada pada masa kepemimpinan guru Besar Alm. H. Hasbullah
Walhasil, sungguh diluar dugaan kami beberapa program telah dapat kami realisasikan secara nyata dalam bentuk aplikasi-aplikasi yang tujuan utamanya adalah lebih mempermudah bagi siapa saja dalam mempelajari ilmu bela diri BEKSI ini. Antusias besarpun mengalir, disaat geliat perguruan-perguruan silat sedang dalam ambang kefakuman yang disebabkan minimnya minat masyarakat dalam mempelajari ilmu seni bela diri silat tradisional serta minimnya antusiasme para generasi muda yang menganggap bahwa seni tradisional adalah kebudayaan yang terbilang kurang up to date dikalangan kaula muda saat ini. Perguruan Pencak Silat BEKSI tampil dengan nuansa yang berbeda dan lebih fresh, muncul dengan kemasan yang lebih beda dari kebanyakan yang ada serta didukung dengan methode yang lebih sistematis, terarah serta terukur dan mudah dicerna dan dimengerti oleh siapa saja dari latar belakang, etnis, budaya serta pendidikan apa saja.
Namun, tak jarang setiap perjuangan senantiasa pula dibarengi dengan ujian dan cobaan yang gunanya adalah untuk menempa dan membuat kami menjadi lebih arif, dewasa serta bijaksana sekaligus menempa pribadi-pribadi kami untuk mampu tampil ke depan untuk lantang berbicara dan berkibar di pentas daerah, nasional juga internasional nantinya dengan semangat yang tak pernah putus maupun sirna walaupun diterpa badai gelombang yang mencoba menyurutkan langkah kami untuk mampu berkiprah lebih nyata dari upaya pelestarian kebudayaan dan kesenian ilmu bela diri BEKSI ini.
Layaknya sebuah perjalanan sejarah, maka kritikan dan sanggahan serta nada-nada sumbang merupakan riak-riak kecil diantara gelombang besar sebuah perjuangan. Pasang surut itu kami sikapi sebagai cambukan yang merupakan bumbu-bumbu penyedap perjuangan kami, yang membuat kami menjadi lebih tegar dan tegap berdiri diatas kaki kami sendiri seraya meneriakkan dengan lantang :”Kami The Red BEKSI” slogan yang merupakan yel-yel kami yang disuarakan dimanapun atraksi penampilan yang kami hadiri maupun kami selenggarakan sebagai perwujudan kebanggaan kami menjadi saksi sejarah perjalanan Perguruan Pencak Silat BEKSI yang sekaligus akan mampu di ingat dan di kenang sebagai suatu bukti amal kebaikan yang nantinya menjadi amal jariyah yang pahalanya juga kami panjatkan ke hariban junjungan Nabi besar Muhammd SAW serta para pendiri, pelatih, guru-guru Perguruan Pencak Silat BEKSI.
Amin yaa robbal ‘alamin